A. Pengertian Dan
Fungsi Memory Pada Komputer
Pada komputer Memori adalah istilah generik bagi
tempat penyimpanan data dalam komputer. Memory sering disebut juga sebagai RAM,
yaitu Random Access Memory. Memory/RAM ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan
data sementara. Memory bekerja dengan menyimpan dan menyuplai data-data penting
yg dibutuhkan Processor dengan cepat untuk diolah menjadi informasi. Karena
itulah, fungsi kapasitas merupakan hal terpenting pada memory. Dimana semakin
besar kapasitasnya, maka semakin banyak data yang dapat disimpan dan disuplai,
yang akhirnya membuat Processor bekerja lebih cepat. Suplai data ke RAM berasal
dari Hard Disk, suatu peralatan yang dapat menyimpan data secara permanen.
Secara garis
besar memori dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu memori utama dan
memori pembantu.Kapasitas memori dinyatakan dalam byte (1 byte = 8 bit) atau
word panjang word umumnya adalah8,16,32bit.
Sedangkan yang dimaksud Cache adalah : Cache beasal
dari kata cash. Dari istilah tersebut cache adalah tempat menyembunyikan atau
tempat menyimpan sementara. Sesuai definisi tersebut cache memori adalah tempat
menympan data sementara. Cara ini dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data
dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache tersebut, sehingga apabila
ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat
dilakukan lebih cepat. Cache memori ini adalah memori tipe SDRAM yang memiliki
kapasitas terbatas namun memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan harga yang
lebih mahal dari memori utama. Cache memori ini terletak antara register dan
RAM (memori utama) sehingga pemrosesan data tidak langsung mengacu pada memori
utama.
B. PRINSIP KERJA MEMORI dan CACHE
a.
Prinsip kerja memory
CPU mengakses memori mengikut hirarki yang berbeda.
Sama ada ia datang dari bentuk storan kekal (cakera keras) atau masukan
(seperti papan kekunci), kebanyakan data akan menuju ke RAM terlebih dahulu.
CPU kemudiannya akan menyimpan setiap data yang diperlukan untuk diakses ke
dalam cache dan mengendalikan arahan (instruction) tertentu di dalam pendaftar
(register). Kita akan bicara tentang ini kemudian. Semua komponen komputer Kita
seperti CPU, cakera keras dan system operasi (OS), bekerja bersama-sama sebagai
satu pasukan, dan memori ialah satu daripada bahagian terpenting di dalam
pasukan ini. Sebaik sahaja Kita menghidupkan komputer sehinggalah saat komputer
Kita dimatikan, CPU sentiasa menggunakan memori. Mari kita lihat sekenario ini
untuk dijadikan sebagai contoh :
Komputer akan memuatkan (load) data dari ROM BIOS dan
melaksanakan POST untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Semasa
pemeriksaan ini dijalankan, pengawal memori (memory controller) akan memeriksa
semua alamat memori dengan melakukan operasi baca dan tulis (read/write) untuk
memastikan tiada ralat di dalam cip memori. Baca dan tulis bermaksud data yang
ditulis dengan bit dan membaca semula bit tersebut. Komputer kemudiannya
memuatkan (load) sistem operasi dari cakera keras ke dalam sistem RAM. Umumnya,
bagian kritikal yang terdapat dalam OS akan diselenggara di dalam RAM selama
mana komputer masih dihidupkan, membolehkan CPU untuk mendapat akses serta
merta ke sistem operasi, di manaakan menambahkan performance keseluruhan
sistem.
b.
Parameter kerja memory
Pada memori utama, terdapat tiga buah parameter untuk
kerja Access Time. Bagi RAM, access time merupakan waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan operasi baca atau tulis. Bagi non RAM, access time adalah waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan mekanisme baca tulis pada lokasi tertentu.
·
Memory Cycle Time. Terdiri dari access time ditambah
dengan waktu tambahan yang diperlukan transient agar hilang pada saluran signal
atau untuk menghasilkan kembali data bila data ini dibaca secara destruktif.
·
Transfer Rate. Transfer rate adalah kecepatan data
agar dapat ditransfer ke unit memori atau ditransfer dari unit memori.
·
Pada RAM, transfer rate = 1/(waktu ikius). Bagi non
RAM terdapat hubungan:
N=TA+N/R
N=TA+N/R
TN=Waktu
rata-rata untuk membaca atau menulis Nbit
TA=Waktu access
rata-rata
N=Jumlah bit
R = Kec.
transfer, dalam bit per detik (bps).
c.
Satuan transfer memori
Satuan transfer sama dengan jumlah saluran data yang
masuk dan keluar dari modul memori tiga konsep dalam satuan transfer : Word.
Ukuran word biasaya sama dengan jumlah bit yang di gunakan untuk representasi
bilangan dan panjang intruksi. Addressable Unit pada sejumlah system,
Addressable Unit adalah word hubungan antara panjang A suatu alamat dan jumlah
N addressable Unit adalah 2a=N
Unit of transfer. Adalah jumlah bit yang dibaca atau
yang dituiskan kedalam memori pada suatu saat.
Metode akses
Terdapat empat
jenis metode:
·
Sequential access. Memori diorganisasikan Menjadi
unit-unit data yang disebut record.
·
Direct access. Direct access meliputi shared
Read/write mechanism. Setiap blok dan record Memiliki alamat-alamat yang unik
berdasarkan Lokasi fisik.
·
Random access. Waktu untuk mengakses lokasi tertentu
tidak tergantung pada urutan Akses sebelumnya dan bersifat konstan.
·
Associative. Sebuah word dicari berdasarkan Pada
isinya dan bukan berdasar pada alamat Metode sequential access dan direct
access, Biasanya dipakai pada memori pembant Metode Random access dan
associative dipakai dalam Memori utama.
d.
Prinsip Kerja Cache Memor
Cache memori dan memori utama Jika prosesor
membutuhkan suatu data, pertama-tama ia akan mencarinya pada cache. Jika data
ditemukan, prosesor akan langsung membacanya dengan delay yang sangat kecil.
Tetapi jika data yang dicari tidak ditemukan, prosesor akan mencarinya pada RAM
yang kecepatannya lebih rendah. Pada umumnya, cache dapat menyediakan data yang
dibutuhkan oleh prosesor sehingga pengaruh kerja RAM yang lambat dapat
dikurangi. Dengan cara ini maka memory bandwidth akan naik dan kerja prosesor
menjadi lebih efisien. Selain itu kapasitas memori cache yang semakin besar
juga akan meningkatkan kecepatan kerja computer secara keseluruhan.
e.
Konsep umum Cache memory
a)
Rasio kena dan waktu akses
Rasio kena waktu (h) didefinisikan sebagai
perbandingan antara jumlah perujukan yang berhasil memperoleh kata dari cache
dengan banyaknya perujukan yang dilakukan.
b) Rasio luput
mess
Rasio luput mess adalah Waktu akses rata-rata,
dengan asumsi bahwa perujukan selalu dilakukan ke cache lebih dahulu sebelum ke
memori utama, dapat dihitung sebagai berikut:
ta:waktu akses rata-rata
ta:waktu akses rata-rata
tc: waktu akses
cache
tm : waktu
akses ke memori utama.
Setiap kali prosesor terpaksa mengakses memori utama,
diperlukan tambahan waktu akses sebesar tm(1-h).
Misalnya, bila rasio kena adalah 0,85, waktu akses ke
memori utama adalah 100 ns dan waktu akses ke cache adalah 25 ns, maka waktu
akses rata-rata adalah 55 ns.
C. PERKEMBANGAN MEMORI DAN CACHE MEMORI
A. Perkembangan
RAM
a. RAM
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
b.
DRAM
Pada tahun
1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan
singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis
memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan
informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu
antara 4,77MHz hingga 40MHz.
c.
FPRAM
Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
d.
EDO RAM
Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended
Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan
penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga
dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang
cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi
33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun
keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan
kemampuan. Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan
kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
e.
SDRAM PC66
Pada peralihan
tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat
bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama/sinkron dengan frekuensi yang
bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis
ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini
kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz.
Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang
lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai
access time sebesar 10ns. Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah
diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat
memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor
Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari
AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan
memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem
memori SDRAM PC66.
f.
SDRAM PC100
Chipset ini
didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini
sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru
Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada
frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem
memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada
frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian
dikenal dengan sebutan PC100. Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3
volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66.
Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.
Hampir sama
dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem
komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori
PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori
PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh
prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II
generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II
generasi awal.
g.
DR DRAM
Pada tahun
1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan
revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM. Oleh Rambus,
memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya
menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz
melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan
data sebesar 1,6GB per detiknya (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM
tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu
sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi
yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat
mahal.
RDRAM PC800
Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori
lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak
pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar
2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM
ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh
Intel.
Intel yang
telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi
membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama
dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan
yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung
tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.
h.
SDRAM PC133
Selain
dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah
ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan
kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus
berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data
sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada
frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus
100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi
tersebut.
i.
SDRAM PC150
Perkembangan
memori SDRAM semakin pesat setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil
mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz,
walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau
chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150
mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per
detiknya.
Memori ini
sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game
dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil
keuntungan dengan adanya memori PC150.
j.
DDR SDRAM
Masih di tahun
2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali
lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap
satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi
dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara
penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi
pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada
gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini
dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous
Dynamic Random Access Memory.
Dengan memori
DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100-133 MHz akan bekerja secara
efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada
kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD
ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.
k.
DDR RAM
Pada 1999 dua
perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan
kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan
memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk
menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer)
yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bias menggunakan
hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama
yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
l.
DDR2 RAM
Ketika memori
jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya
kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan
logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi
semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik
(graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.
Perbedaan pokok
antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency
mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan
kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat,
baik di sisi prosesor maupun grafik.
Selain itu,
kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Jika pada DDR kebutuhan voltase tercatat
2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan
teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk
menulis dan membaca pada memori.
Teknologi DDR2
sendiri lebih dulu digunakan pada
beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan
penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel
dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer
yang memang mendukung DDR2.
m. DDR3 RAM
RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang
sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah
menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v,
lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori,
kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer
data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh
lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR
sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin.
Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun,
produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan
dengan motherboard yang menggunakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar